Jumat, 22 November 2013

JALAN-JALAN KE EROPA BARAT: Seni Mengurus Reservasi Tiket, Hotel dan Visa

Tulisan Keempat

Untuk reservasi tiket pesawat dan kereta serta hotel di Eropa, saya mengandalkan internet. Pada saat selesai jam kerja, saya menyempatkan diri memantau pergerakan harga tiket dan harga kamar berbagai hotel melalui situs-situs pelancongan seperti yang telah saya sebutkan di Tulisan Kedua. Dari pengamatan tersebut, saya mendapatkan kenyataan bahwa harga tiket dan juga kamar hotel selalu berubah-ubah. Harga pada hari-hari kerja berbeda dengan harga pada akhir minggu - yang biasanya dimulai pada Hari Jumat sore. Harga-harga yang saya sebutkan pada Tulisan Ketiga merupakan harga termurah pada saat itu - yang saya dapatkan pada hari kerja, yakni biasanya Rabu atau Kamis malam.

Tiket "murah" Valueing Air untuk penerbangan Amsterdam - Barcelona pada pagi hari tanggal 3 September 2013, saya peroleh setelah mengamati pergerakan harga di internet selamat 2 minggu. Saya mencari harga tiket melalui beberapa website, namun yang sering saya gunakan adalah www.kayak.com dan www.bookpanorama.com. Harga tiket kelas yang sama untuk maskapai yang sama memiliki perbedaan antara penyedia layanan online berbeda. Ada penyedia layanan online yang langsung melakukan claim pembayaran jasa melalui debit kartu kredit yang digunakan untuk bertransaksi pada saat transaksi pemesanan dilakukan. Model ini saya temukan pada saat saya melakukan pemesanan hostel di Amsterdam melalui www.HostelBookers.com. Penyedia jasa online ini langsung melakukan debit 10% dari harga kamar pada saat pemesanan dilakukan. Penyedia jasa lain memiliki cara berbeda, yakni mengikutsertakan fee jasa penjualan mereka ke harga tiket atau kamar sehingga harga yang dibeli melalui penyedia jasa online tersebut agak lebih mahal dibandingkan membeli langsung ke pihak maskapai atau hotel. Ada juga penyedia jasa layanan online yang mempromosikan tidak adanya fee yang dibayarkan pemesan ke pihaknya. Alias harga yang terpapar di website penyedia jasa tersebut adalah harga nyata pihak hotel.

Karena kondisi jual beli seperti itu, maka saya selalu mengusahakan semaksimal mungkin memesan langsung ke website maskapai atau ke hotel, jika bisa langsung mengakses website maskapai ataupun hotel. Saat saya memesan tiket Valueing Air, saya mencari perbandingan harga antar berbagai maskapai penerbangan di Eropa melalui website kayak.com. Setelah mendapatkan informasi harga termurah dengan waktu tercepat, saya lalu masuk ke website maskapai bersangkutan dan memesan tiketnya melalui website tersebut. Sebelum memesan tiket, saya melakukan pengamatan pergerakan harga tiket setiap hari untuk mendapatkan pola kisaran harga tertinggi dan terendah yang terjadi pada hari-hari tertentu. Harga tiket dipengaruhi oleh jam dan tanggal keberangkatan, lokasi tempat duduk yang dipilih dan berat bagasi yang dibawah. Untuk itu, pada saat pemesanan tiket, calon penumpang juga harus memilih kursi masing-masing yang telah diberi informasi harganya. Website vueling air menyediakan 3 pilihan harga, yakni dasar / basic, optima atau disebut juga best choice, dan excellence. Saya memilih pilihan tengah yakni best choice dimana harganya berada di antara basic dan excellence. Harga yang dipilih, masih akan ditambahkan dengan biaya manajemen sebesar 5 Euro untuk setiap tiket dan biaya tambahan sebesar 1,99 Euro jika pembayaran dilakukan menggunakan kartu kredit. Contoh saat saya memesan tiket perjalanan Amsterdam - Barcelona pada tanggal 3 September 2013, jam 7 pagi, harga tiket best choice adalah 99 Euro, ditambah biaya manajemen 5 Euro, ditambah biaya pembayaran menggunakan kartu kredit sebesar 1,99 Euro, maka total sebelum biaya tambahan untuk kursi dan bagasi adalah 105,99 Euro.

Sebelum memilih kursi, pemesan harus mengisi detail data penumpang berupa nama, email, nomor telpon, negara dan kota asal penumpang. Setelah itu, klik lanjutkan lalu akan muncul lembar isian customize your flights yang berisi informasi berat dan ukuran bagasi, biaya tambahan yang harus dibayar, asuransi dan juga kursi yang akan dipesan dengan melalui denah yang disediakan lengkap dengan informasi harga kursi atau biaya tambahan yang akan ditambahkan ke tiket. Karena saya memperkirakan bahwa berat dan ukuran bagasi yang saya bawah masih masuk dalam kategori bebas biaya tambahan, maka saya hanya melanjutkan ke pemilihan kursi, dimana saya memilih dekat gang agak ke depan, yakni nomor 6B seharga 6 Euro.Dengan demikian total harga tiket adalah 105,99 + 6 Euro (harga kursi) = 111,99 Euro.

Setiap naik pesawat saya selalu memilih duduk dekat gang dengan pertimbangan memudahkan ke toilet dan juga berdiri dan jalan-jalan dalam penerbangan jarak jauh. Setelah semua proses tersebut selesai, harga keseluruhannya muncul di lembar terakhir yakni payment details. Pada lembaran ini, saya mengisi data-data kartu kredit saya, lalu mengkonfirmasi pembelian tiket yang saya pesan. Secara otomatis, sistem mengirim boarding pass ke alamat email yang telah dicantumkan di lembaran ketiga. Boarding pas tersebut berisi  semua informasi yang diperlukan, yakni nama lengkap saya, nomor pesawat, tanggal dan jam keberangkatan, airport keberangkatan dan airport tujuan serta nomor kursi.

Penjualan tiket kereta raileurope juga menggunakan pola yang sama. Pada jam dan tanggal tertentu, harga tiket lebih murah atau lebih mahal dari jam dan hari tertentu lainnya. Secara tidak sengaja, pola tersebut saya temukan pada pemesanan tiket raileurope pertama kali pada malam hari Jumat. Karena saya mencoba melakukan pemesanan pada tengah malam menggunakan ipad di tempat tidur, saya ketiduran sampai pagi. Pdahal pada saat itu, saya telah mendapatkan informasi pilihan harga yang tersedia untuk waktu dan tanggal yang saya pilih dalam perjalanan Barcelona ke Madrid. Karena ketiduran, maka pemesanan tiket tidak saya selesaikan sampai dengan pengisian lembar informasi pemesan dan pembayaran. Saat saya mengulangi pemesanan pada esok harinya, harga semalam telah berubah jauh lebih mahal. Setelah menemukan pola harga yang berubah sesuai hari dan jam pemesanan, saya lalu memutuskan mengamati dulu pergerakan harga dari hari ke hari, sampai menemukan pola pergerakan harga antara harga terendah / termurah dan harga tertinggi / termahal. Setelah mendapatkan polanya, saya lalu memesan tiket RENFE harga termurah sekali jalan dari Barcelona ke Madrid dan tiket PP Madrid Cordoba. Kereta cepat antar kota di Spanyol disebut RENFE. Sedangkan kereta dalam kota, misalnya di Madrid dan Barcelona disebut METRO, sama dengan istilah bagi kereta dalam kota di Paris dan Roma. Raileurope menyediakan slot khusus bagi pemesan dari negara-negara Asean. Karena itu, pada saat melakukan pemesanan, sistem secara otomatis mengarahkan pemesan dari negara-negara Asean ke slot tersebut. Kemungkinannya sistem juga telah memiliki sistem deteksi koneksi internet pemesan, sehingga sistem langsung bisa mengidentifikasi pemesan dari negara-negara Asean yang diarahkan ke slot tiket bagi negara-negara Asean.

Hal lain yang perlu dicatat adalah bahwa penjualan tiket kereta baru dibuka 30 hari dari tanggal pengunaan tiket. Pada waktu awal mencoba, ternyata penjualan tiket belum dilakukan bagi calon pembeli atau pemesan dari negara-negara Asean, karena saya melakukannya terlalu awal alias tidak dalam periode 30 hari tersebut. Secara otomatis, sistem online penjualan meminta alamat email saya agar dapat diinformasikan waktu dimulainya penjualan tiket sehingga saya bisa melakukan pemesanan atau pembelian. Kantor penjualan raileurope yang berpusat di Singapura juga sangat responsif. Pada waktu melakukan pemesanan online untuk perjalanan PP Madrid - Cordoba, sistem tiba-tiba tidak merespon pengiriman tiket secara otomatis sebagaimana saat saya melakukan pembelian tiket Barcelona ke Madrid. Debit atas kartu kredit saya sebesar harga tiket telah dilakukan karena pada saat transaksi terjadi, saya langsung mendapatkan sms dari penyedia kartu kredit bahwa saya telah melakukan transaksi pembelian tiket kereta raileurope sesuai harga yang saya beli. Saya lalu menulis email melalui sistem yang telah disediakan di website raileurope. Dalam waktu 24jam, saya menerima jawaban bahwa dana yang telah didebet akan diproses pemulangannya dalam periode waktu 1 minggu. Untuk itu, tiket yang telah dipesan dibatalkan. Pembeli diminta melakukan pemesanan ulang. Saya melakukannya lagi sebagaimana diminta dan kenyataannya saat tagihan kartu kredit saya terima sebulan kemudian, transaksi yang dibukukan hanya 2 transaksi, yakni pembelian tiket kereta cepat Barcelona - Madrid dan Madrid - Cordoba PP.

Pola yang sama juga terjadi pada jual beli kamar hotel secara online. Pemesanan jauh-jauh hari sebelum tanggal nginap akan mendapatkan kamar dengan harga "murah". Hal yang saya tidak lakukan karena keragu-raguan saya tentang apakah akan menginap dekat Airport Schiphol Amsterdam atau menginap di salah satu hotel di tengah Kota Amsterdam. Di dekat Airport Schiphol tersedia banyak pilihan hotel dari hotel bintang lima seperti Sheraton dan Novotel sampai dengan hotel bintang tiga, antara lain Ibis dan Mercure atau yang sangat dekat dan bisa diakses dengan berjalan kaki adalah hotel Citizen Amsterdam. Di dalam airport juga tersedia hotel transit untuk istrahat dalam periode waktu maksimal 24 jam, yakni hotel Yotel Schiphol Amsterdam. Karena belum memilih dan melakukan booking jauh-jauh hari, maka saat saya akan melakukan pemesanan satu bulan sebelum tanggal nginap di Hotel Ibis atau Yotel atau Citizen, semua hotel tersebut telah penuh, sehingga pemesanan online ditutup. Hotel di tengah kota, terutama sekitar stasiun Centraal Amsterdam juga penuh, terutama Hotel Ibis dan Multatuli. Karena tidak punya pilihan, saya kemudian memesan satu hostel dekat Centraal Stasiun Amsterdam dengan harga yang menurut saya sangat mahal. Jika saya bandingkan dengan harga di hotel Ibis (Budget) sebesar 54 Euro, maka tentunya harga Hostel Dam sangat mahal karena harga 1 kamar twin share untuk 1 malam adalah 154 Euro. Dengan demikian berbagai berita bahwa biasanya harga kamar hostel lebih murah dari hotel belum tentu benar. Pengalaman saya merupakan pelajaran berharga agar melakukan pemesanan jauh-jauh hari sebelum tanggal penginapan dan juga harus rajin melakukan riset harga untuk membandingkan kelas, jarak dan harga kamar antar hotel, antar hostel / wisma dan antar hotel dengan hostel.

Sambil mempersiapkan kelengkapan dokumen. Saya juga mengisi aplikasi visa secara online ke Kedutaan Inggris. Pengurusan visa di kedua kedutaan, yakni Inggris dan Italia dilakukan oleh pihak ketiga sebagai penyedia jasa. Saat saya mengajukan aplikasi visa ke Keduataan Italia untuk perjalanan di tahun 2011, pengurusan visa masih ditangani langsung di kedutaan di Jalan Diponegoro. Pada saat itu, kita bisa melihat adanya antrian orang di depan kedutaan dan Jalan Diponegoro. Saat ini, antrian tersebut tidak pernah terlihat lagi, karena pengurusan visa ke Kedutaan Italia dan beberapa negara Uni Eropa, Australia dan juga Inggris telah dialihkan ke pihak ketiga, yakni VFS. Dari pencarian online saya menemukan website penyedia jasa tersebut, termasuk informasi syarat-syarat yang harus dipenuhi, kelengkapan dokumen dan biaya yang harus dibayarkan, yakni di www.vfs-uk-id.com. Dalam website tersebut tersedia beberapa menu pilihan sesuai kebutuhan pelamar. Salah satu informasi dan dokumen penting yang harus diisi dan disiapkan adalah passport sebelumnya, jika pernah memiliki passport lain dari passport yang sekarang sedang berlaku. Setelah mengisi semua informasi yang diminta pada formulir online yang kemudian harus diprint untuk dibawa dan diserahkan pada jam dan tanggal yang telah dipilih. Untuk itu, di website tersebut juga tersedia menu book an appointment yang harus dipilih untuk masuk ke pemilihan jam dan tanggal penyerahan dokumen aplikasi visa. Pada saat memilih menu tersebut, maka saya dibawa ke suatu formulir online yang harus diisi dengan nama lengkap, nomor passport, jumlah pelamar, lalu klik selanjutnya untuk masuk ke suatu format kalender yang menyajikan waktu dan tanggal dalam warna hijau untuk dapat dipilih sesuai kebutuhan. Jika tidak ada tanggal berwarna hijau, itu artinya semua tanggal yang disediakan dalam periode tertentu untuk pengajuan aplikasi visa telah penuh. Kita harus menunggu sekitar 1 minggu lagi untuk mendapatkan tanggal berwarna hijau sebagai tanda bahwa pengajuan aplikasi visa telah dibuka lagi.

Karena ketidak-tahuan di awal-awal usaha mendapatkan jam dan tanggal penyerahan aplikasi, maka saya sempat berpikir bahwa sistem komputer saya bermasalah. Namun setelah saya mencoba beberapa kali di hari berbeda, namun tidak menemukan perubahan, maka saya mencoba menelpon ke VFS melalui nomor telpon yang tertera di website tersebut. Dari telpon tersebut, saya mendapatkan penjelasan bahwa jika di kalender online tidak tersedia tanggal dalam kolom berwarna hijau, maka saya harus menunggu dan mencoba lagi di minggu berikutnya. Pada saat itu, pihak VFS juga menginformasikan tentang tanggal kalender online akan dibuka lagi untuk pelamar berikut - yang tentunya memudahkan saya untuk mengakses website tersebut di tanggal yang telah disebutkan. Setelah berhasil mendapatkan jam dan tanggal penyerahan dokumen aplikasi visa, saya sekali lagi memeriksa semua dokumen yang akan saya serahkan untuk memastikan bahwa semuanya telah tersedia. Dalam website juga telah diingatkan bahwa informasi yang akurat dan kelengkapan dokumen akan sangat membantu meyakinkan pihak kedutaan untuk menyetujui permintaan visa.

Singkat cerita, saya mendapatkan waktu penyerahan dokumen pada jam 10.30 pagi tanggal 3 Juni 2013. Sebelum jam 10 pagi, saya telah membawa formulir aplikasi visa yang telah saya isi dan tandatangani bersama semua dokumen pendukung lainnya ke kantor penyedia jasa pengurusan visa tersebut ke PT VFS Service Indonesia yang beralamat di Lantai 22, Zona B, Plaza Asia. Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Untuk sampai ke lantai 22, saya harus meninggalkan KTP di lantai dasar lalu diberi kartu pengunjung. Tiba di lantai 22, saya menginformasikan ke ke security tentang jam penyerahan dokumen yang telah saya book. Security meminta saya menunjukan passport dan bukti bookingan online yang telah saya print. Ransel saya diambil dan disimpan di loker yang tersedia di ruang security. Saya diminta mematikan semua alat komunikasi lalu dipersilahkan masuk ke ruang penyerahan dokumen.Di dalam ruangan tersebut tersedia banyak kursi tempat para pelamar menunggu panggilan. Di depan kursi-kursi pelamar visa, tersedia suatu meja panjang dengan kursi-kursi dalam kubikal yang diduduki para staf perempuan dan laki-laki berpakaian rapi yang menerima dan memeriksa semua dokumen. Selain pelamar yang datang sendiri mengurus pengajuan aplikasi visa, banyak juga karyawan agen perjalanan yang lalu lalang dengan tumpukan dokumen. Saya mulai kesal saat jam telah menunjukan 10.30 sebagaimana diperjanjian online yang telah saya print, namun nama saya belum juga dipanggil. Saya lalu bertanya ke security yang menjaga pintu ruang pengambilan foto dan sidik jari. Security meminta saya menunggu saja sampai dipanggil. Namun saya perhatikan sepertinya para karyawan agen perjalanan mendominasi semua tempat pengujuan aplikasi dan mereka sangat akrab dengan semua staf pengurus aplikasi visa. Karena jam telah menujukan jam 11 alias telah lewat dari jam yang ditentukan, saya lalu langsung maju ke salah satu konter yang kosong untuk menanyakan kapan saya akan dipanggil. Petugas meminta bukti booking online yang saya bawa sehingg saya lalu langsung dipersilahkan duduk. Petugas lalu meminta semua dokumen yang saya bawa, mencatat lalu memasukan ke dalam amplop khusus.

Sambil memeriksa dokumen-dokumen tersebut, secara sambil lalu, petugas menanyakan beberapa hal antara lain saya kerja dimana, tujuan perjalanan, berapa lama, siapa yang membiayai dan seterusnya. Meski kesannya sambil lalu, namun saya tahu bahwa petugas tersebut sedang melakukan tugasnya mewawancarai saya. Saya usahakan menjawab semuanya dengan benar dan tepat sebagaimana yang saya tuliskan di dokumen-dokumen yang sedang diperiksa. Biaya pengurusan visa dibagi ke dalam beberapa kategori, yakni kunjungan, bisnis, sekolah dan lain lain. Untuk kunjungan atau visit, waktu berlakunya visa akan menentukan biaya yang dibayarkan. Untuk itu, biaya paling murah adalah visa yang berlaku untuk 6 bulan. Pada saat saya menulis catatan ini, biaya visa untuk 6 bulan adalah sebesar 1.520.000 (satu juta lima ratus dua puluh ribu) rupiah. Saat saya mengurus visa pada bulan Juni 2013, biaya visa yang berlaku selama 6 bulan adalah 1.220.000 (satu juta dua ratus dua puluh ribu) rupiah. Petugas juga menanyakan apakah saya ingin menerima informasi dalam bentuk SMS dan email tentang status aplikasi visa saya, jika saya ingin menerima informasi tersebut secara otomatis, maka saya diminta membayar biaya sebesar 25.000 (dua puluh lima ribu) rupiah. Saya setuju saja, karena saya tidak mau repot sendiri memeriksa website secara reguler untuk mendapatkan informasi status aplikasi saya. Ternyata hal tersebut sangat membantu karena saya selalu menerima informasi melalui email maupun SMS tentang status aplikasi saya, misalnya telah dikirim ke Bangkok, telah diterima / tiba di Bangkok, telah dikirim kembali ke kantor Jakarta dan visa telah bisa diambil. Petugas juga menginfomasikan bahwa aplikasi saya bersama lainya akan dikirim ke Bangkok untuk diperiksa dan disetujui atau ditolak. Waktu yang dibutuhkan untuk urusan tersebut sekitar 10 sampai dengan 15 hari.Setelah semua selesai, petugas memberikan tanda terima sambil mengingatkan agar saya membawa tanda terima tersebut sebagai bukti untuk pengambilan kembali passport saya.

Selesai dengan urusan dokumen dan pembayaran, saya diminta menunggu untuk pengambilan foto dan sidik jari alias pengambilan data biometrik sebutannya. Saya hanya menunggu sekitar 5 menit untuk urusan foto dan sidik jari tersebut. Pengambilan foto dan sidik jari tersebut dilakukan oleh petugas yang juga ramah. Semuanya selesai dalam waktu sekitar 3 menit saja. Setelah itu, petugas mengatakan kepada saya bahwa semua telah selesai, saya boleh pulang dan menunggu panggilan pengambilan visa. Ternyata aplikasi visa saya selesai dalam waktu 10 hari. Saya menerima SMS yang menginformasikan hal tersebut sekaligus meminta saya mengambil kembali passport saya di kantor VFS.

Berbeda dengan formulis aplikasi visa ke Kedutaan Inggris. Formulir aplikasi visa ke Kedutaan Italia tersedia secara online, namun pengisiannya harus dilakukan secara manual alias tulis tangan. Karena itu, formulir aplikasi tersebut harus diunduh (download) dari website VFS Visa Italia, yakni www.vfsglobal.com/italy/indonesia. Saat masuk ke website tersebut, tersedia berbagai pilihan menu yang dapat dibuka untuk dibaca dan dipelajari isinya karena tersedia berbagai informasi yang sangat berguna bagi pengurusan visa. Untuk membuat perjanjian waktu penyerahan aplikasi dan dokumen mendukungnya, kita hanya perlu masuk ke menu: membuat perjanjian lalu mengisi beberapa informasi yang diminta sampai dengan lembaran kalender. Tanggal dalam kolom berwarna hijau artinya tanggal tersebut belum penuh sehingga bisa dibook untuk penyerahan dokumen.

Pengurusan visa ke Kedutaan Italia memerlukan kesabaran sendiri, terutama urusan booking jam dan tanggal penyerahan dokumen. Sistem pembookingan dibuat secara random, sehingga calon pelamar harus terus menerus memantau web VFS pengurusan visa Italia untuk mendapatkan waktu dan tanggal. Masalah yang hampir sama saya harus hadapi saat pertama kali mencoba. Saya lalu menelpon nomor telpon kantor VFS yang menangani urusan visa Italia. Dari telpon tersebut, saya diinformasikan bahwa jam dan tanggal penyerahan dokumen dibuat random oleh sistem untuk mencegah adanya monopoli dari agen atau calo. Karena itu, saya diminta harus rajin memonitor website pengurusan visa Italia. Dengan memonitor intensif website tersebut, saya bisa mengetahui kapan jam dan tanggal penyerahan dokumen dibuka yang diindikasikan oleh adanya warna hijau di kalender online sehingga saya bisa membook waktu yang saya inginkan. Awalnya kesal juga karena random tersebut membuat saya tidak dapat mengetahui secara pasti kapan kalender online bisa saya akses. Namun karena saya yang membutuhkan maka saya dengan sabar memonitor website, terutama di bagian kalender online. Kesabaran saya terbayar karena pada akhirnya saya melihat warna hijau di salah satu tanggal pada kalender online yang saya akses. Saya lalu cepat-cepat membook jam 8 pagi tanggal 4 Juli sebagai waktu penyerahan dokumen dengan pertimbangan kesibukan saya di kantor, terutama jadwal kunjungan ke lokasi proyek yang menjadi tanggungjawab saya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah serta juga waktu penyelesaian visa di Kedutaan Inggris yang saya perkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hari. Membook tanggal 4 Juli 2013 memberikan saya waktu 1 bulan dari pengajuan aplikasi visa ke Kedutaan Inggris yang saya lakukan pada tanggal 3 Juni.

Ternyata sebelum jam dan tanggal penyerahan dokumen tersebut tiba, pada tanggal 26 Juni, saya menerima email dari VFS urusan visa Italia yang meminta saya membawa dokumen2 aplikasi visa agar diperiksa terlebih dahulu sebelum hari penyerahannya pada tanggal 4 Juli 2013. Karena saya sedang berada di Palangkaraya pada saat itu, saya membalas email tersebut dan meminta waktu 1 minggu. Pihak VFS setuju dengan permintaan tersebut. Saya lalu mendatangi kantor VFS urusan visa Italia di lantai dan gedung yang sama dengan kantor VFS urusan visa Inggris. Kedua kantor tersebut bersebelahan dan bertetangga dengan VFS urusan visa Australia dan beberapa negara Eropa lainnya. Kepada security yang membukakan pintu, saya memberitahukan panggilan tersebut. Saya lalu diberi nomor antrian, diminta mematikan alat komunikasi dan dipersilahkan masuk menunggu nomor saya dipanggil. Setelah sekitar 5 menit kemudian, nomor antrian saya dipanggil. Petugas meminta semua dokumen saya, lalu diperiksa satu demi satu. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menyatakan bahwa dokumen-dokumen saya telah lengkap sesuai persyaratan untuk diserahkan pada jam dan tanggal yang ditentukan.

Pagi-pagi tanggal 4 Juli saya telah menuju kantor VFS di Geduang Asia, Jalan Sudirman untuk penyerahan dokumen. Sekali lagi saya mengikuti prosedur yang sama di lantai dasar sebagaimana saat saya datang dan menyerahkan dokumen ke VFS urusan Visa ke Inggris. Agak berbeda dengan pengurusan visa ke Inggris, untuk visa ke Italia, pelamar akan diberi nomor antrian oleh security lalu dipersilahkan masuk dan menunggu di bangku-bangku yang tersedia. Walau saya telah datang pagi, ternyata saat saya tiba, telah ada 3 orang yang antri di depan pintu. Saya lalu ikut mengantri sambil mengajak ngobrol orang-orang yang antri terlebih dahulu. Setelah lewat jam 8 pagi, security belum membuka pintu untuk para pengantri yang mulai gelisah karena antrian semakin panjang. 5 menit kemudian, security mempersilahkan para pengantri menunggu di ruangan lain karena listrik padam sehingga komputer tidak bisa dihidupkan dan sistem tidak dapat bekerja. Saya dan para pengantri lain lalu berinisiatif menentukan nomor antrian kami sehingga tidak terjadi saling sikut saat dipanggil masuk. Saya mendapatkan nomor 3 karena seorang ibu yang sebelumnya antri berdiri di depan saya akan mengurus visa ke kedutaan Norwegia, bukan ke Italia.

Setelah lampu menyala, security memempersilahkan kami masuk dengan memberikan nomor antrian dan meminta kami mematikan semua alat komunikasi. Saya lalu masuk dan menunggu di salah satu kursi yang tersedia. Sekitar 5 menit kemudian, nomor saya dipanggil. Semua dokumen diperiksa, lalu dimasukan ke dalam satu amplop. Saya diminta membayar biaya pengurusan sebesar 728.000 (tujuh ratus dua pulah delapan ribu) rupiah. Pada tanggal 8 alias 3 hari kemudian dari tanggal saya menyerahkan dokumen aplikasi, saya mendapat informasi melalui email bahwa visa dan passport saya telah bisa diambil kembali di kantor VFS tempat saya menyerahkan aplikasi.

Saya telah siap melancong karena visa masuk ke dua negara, yakni Inggris dan Italia telah disetujui. Persiapan selanjutnya adalah fisik dan kebutuhan harian selama perjalanan.

BERSAMBUNG KE TULISAN KELIMA : Perjalanan Jakarta - Dubai - London

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JELAJAH INDONESIA. Pulau Rote & Ndana: Menjejaki Negeri Para Leluhur

1 perahu dari Pelabuhan Oeseli, Pulau Rote  Akhirnya, perahu nelayan milik Pak Ardin membawa kami mendekati tepi pantai Pulau Ndana. Tep...